Apakah benar kalau materai palsu disebut-sebut dapat mengancam nilai hukum dari sebuah perjanjian yang telah dibuat menjadi tidak sah? Salah satunya adalah hal-hal yang menyangkut perjanjian jual beli properti! Apa benar?

Jenis materai palsu ini disebutkan banyak yang ditemukan di warung-warung dan juga secara online. Materai-materai bodong ini punya harga yang relatif lebih murah dari nominal yang tertera di materai tersebut.

Sebenarnya, Apa sih Fungsi dari Materai dalam Dokumen Penting?

Materai atau bea materai adalah merupakan pajak dokumen-dokumen tertentu yang ditetapkan oleh Direktorat Jendral Pajak Indonesia.

Berdasarkan informasi, materai biasa digunakan diantaranya pada:

  • Surat perjanjian dan surat sejenisnya (kuasa, hibah, pernyataaan) yang dibuat dengan tujuan sebagai alat buktian mengenai perbuatan, kenyataan, atau keadaan yang bersifat perdata.
  • Akta-akta dari notaris berikut salinannya.
  1. Dan juga Akta-akta yang dibuat Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) serta rangkapnya.

Selain hal-hal yang disebutkan diatas, biasa kita lihat material materai juga digunakan untuk sebuah perjanjian jual beli properti yang tengah berada dalam satu kondisi khusus. Contohnya saja, saat seseorang ingin membeli tanah yang masih dalam pengurusan bagi waris, atau contoh lainnya ketika seseorang membeli rumah yang belum dibangun oleh developer.

Yang bertujuan, untuk menambah legalitas dokumen selain pembubuhan tanda tangan pihak-pihak yang terkait dalam dokumen penting tersebut.

Jika Menggunakan Materai Palsu, Apakah Perjanjian Bisa Batal?

Lantas, bagaimana jika yang digunakan dalam surat perjanjian tersebut menggunakan materai palsu?

Menurut Joni Isparyanto selaku Kasubdit Forensik dan Barang Bukti Penegakan Hukum Ditjen Pajak Kementerian Keuangan menyebutkan, jika ditemukan sebuah dokumen yang dimana didalamnya menggunakan materai palsu, untuk sementara waktu hal tersebut tidak menggugurkan perjanjian.

Hal yang perlu dilakukan yakni cukup penggantian materai saja dengan yang asli dan sah yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Masalah pemalsuan materai ini akan segera diajukan ke Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2019 agar UU No.25 Tahun 1985 yang terkait masalah biaya materai dapat diperbaiki.

Dan jika peraturan tersebut telah ditetapkan maka kedepannya bila ada yang menggunakan materai palsu, perjanjian yang dibubuhi materai itu pun akan dibatalkan.

Lalu, Bagaimana Cara Membedakan Materai Palsu dan yang Asli?

Sebenarnya ada beberapa ciri untuk membedakan materai palsu dengan materai asli yakni:

  • Saat Anda membeli materai di warung, selalu pastikan bahwa tiap lembarnya terdapat mikro teks, tanda kecil, nomor seri, dan juga hologram.
  • Juga bisa mengecek dengan sinar ultraviolet. Jika tinta yang ada pada permukaan materai tampak memudar, maka itu merupakan materai yang asli.
  • Materai yang asli akan terasa cetakannya saat diraba dengan jari tangan.
  • Dan juga pastinya harga materai asli tidak mungkin lebih rendah dari nominal yang tertera di permukannya.

Like it? Share with your friends!

102
102 points

What's Your Reaction?

Marah Marah
21
Marah
WOW! WOW!
18
WOW!
Takut! Takut!
16
Takut!
OMG! OMG!
13
OMG!
Suka Suka
10
Suka
Bingung Bingung
8
Bingung
LOL LOL
5
LOL

0 Comments

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Choose A Format
Personality quiz
Series of questions that intends to reveal something about the personality
Trivia quiz
Series of questions with right and wrong answers that intends to check knowledge
Poll
Voting to make decisions or determine opinions
Story
Formatted Text with Embeds and Visuals
List
The Classic Internet Listicles
Countdown
The Classic Internet Countdowns
Open List
Submit your own item and vote up for the best submission
Ranked List
Upvote or downvote to decide the best list item
Meme
Upload your own images to make custom memes
Video
Youtube, Vimeo or Vine Embeds
Audio
Soundcloud or Mixcloud Embeds
Image
Photo or GIF
Gif
GIF format